Recent Posts

Recent Comments

Subscribe

Subscribe by Email

Home , � Kepiting Rajungan Pulau Lancang Diekspor ke Jepang

Kepiting Rajungan Pulau Lancang Diekspor ke Jepang

Kepiting rajungan (portunus pelagieus) sudah lama menjadi menu seafood favorit. Daging rajungan yang tersembunyi dibalik kerasnya kerapas atau cangkang binatang itu, sungguh lezat terasa di lidah. Rasanya gurih, empuk, dan tak ingin rasanya berhenti menikmatinya.
Dulu, jenis hewan laut berkulit keras ini dianggap hama oleh nelayan ikan. Harganya murah dan pasarnya terbatas, hanya untuk konsumen lokal, hewan ini juga seringkali merusak jaring nelayan.

Namun setelah daging rajungan menembus pasar ekspor ke berbagai Negara seperti Amerika, Australia dan Jepang, menjadikan rajungan sebagai komoditas yang bernilai ekonomis tinggi.

Banyak nelayan ikan beralih menjadi nelayan rajungan. Harga rajungan yang dulunya hanya Rp. 5.000 per kilogram, melonjak hingga 4 sampai 5 kali lipat menjadi Rp. 30 ribu sampai dengan Rp. 35 ribu per kilogram.

Industri pengolahan rajungan sebagai pemasok daging rajungan ke perusahaan pengalengan (eksportir) tumbuh subur di wilayah pesisir tak terkecuali di Kepulauan Seribu. Oleh eksportir, daging rajungan hasil olahan dihargai Rp 110 ribu - 115 ribu per kilogram.

Kusnadi (27) nelayan kepiting rajungan Pulau Lancang, Kelurahan Pulau Pari, Kepulauan Seribu mengatakan, rajungan yang baik dicirikan dengan ukuran 6-7 cm diukur dari lebar cangkang, tidak mengalami pergantian cangkang dan rajungan masih dalam keadaan hidup.

"Kalaupun dalam keadaan mati, sendi capitnya masih kaku dan mulutnya masih mengeluarkan busa. Kalau sudah layu, mutunya kurang baik," ujar Kusnadi kepada beritapulauseribu.com, Sabtu (30/10).

Saat ini, kata Kusnadi, daging rajungan yang telah dilakukan penyortiran memiliki harga tinggi sekitar Rp 110 ribu - 115 ribu per kilogram. Sementara rajungan yang masih utuh berharga sekitar Rp 30 ribu - Rp 35 ribu per kilogram.

"Rajungan di sini anti zat pengawet karena langsung diambil dari laut. Karena itu, banyak permintaan rajungan yang diekspor ke Jepang," katanya. (Zaini Mifta)

Tags: ,