"Sebelum menghadapi lomba penilaian kinerja, kita lakukan pemantauan. Program apa dari 10 program pokok PKK yang masih lemah. Bila sudah ketahui kita akan perbaiki," ungkap Yuliani Ludfi kepada website resmi berita dan wisata Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, beritapulauseribu.com, Kamis (4/11).
Yuliani mengaku, pekan lalu pihaknya melakukan pemantauan kinerja untuk TP PKK Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan. Hasilnya, masih banyak yang harus dibenahi utamanya terkait dengan sumber daya manusia (SDM). "Permasalahan utama adalah SDM, kedepannya kader harus terus dilatih hingga dapat berdiri sejajar dengan SDM PKK dari wilayah kota," paparnya.
Dalam pelaksanaan enam dedicated programe yang dibebankan TP PKK Kepulauan Seribu, Yuliani mengatakan, harus dilakukan kesamaan visi dan misi semua pemangku kepentingan yang ada di Kepulauan Seribu. Karena, kata dia, program pemberdayaan keluarga ada keterkaitan dengan semua pihak. "Keluarga adalah tahap dasar dari membangun bangsa, bila keluarganya baik yang lain akan demikian," jelasnya.
Sayangnya, lanjut Yuliani yang juga istri Bupati Kepulauan Seribu, Achmad Ludfi ini, kinerja optimal yang akan dilakukannya selalu berbenturan dengan kondisi geografis Kepulauan Seribu. Seperti saat ini, katanya, rombongan yang akan memantau persiapan lomba penilaian kinerja di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara terhalang cuaca buruk, sehingga tidak dapat melanjutkan ke pulau tujuan Pulau Kelapa dan Pulau Harapan.
"Selain SDM, kendala utama kita adalah cuaca. Seperti sekarang, kami terpaksa tidak dapat melanjutkan perjalanan karena ombak dan angin besar. Kalau cuaca redah kita akan lanjutkan pemantauan" ungkapnya di Marina Jaya Ancol setelah kapal KM Praja V yang membawanya, terpaksa kembali lantaran dihantam ombak di Pulau Untung Jawa.